Jumat, 05 April 2019

Pengantar Animasi & Desain Grafis


Pengantar Animasi & Desain Grafis



Disusun Oleh:
Indah

NPM:
13116483

Universitas Gunadarma
Fakultas Ilmu Komputer & Teknologi Informasi
2019








Aplikasi Blender


Pengertian dan fungsi dari aplikasi Blender, Blender adalah perangkat lunak sumber terbuka grafika komputer 3D. Perangkat lunak ini digunakan untuk membuat film animasi, efek visual, model cetak 3D, aplikasi 3D interaktif dan permainan video. Blender memiliki beberapa fitur termasuk pemodelan 3D, penteksturan, penyunting gambar bitmap, penulangan, simulasi cairan dan asap, simulasi partikel, animasi, penyunting video, pemahat digital, dan rendering.


Kelebihan dari Software Blender 3D
                                               
  • Tidak membutuhkan ruang kapastias yang banyak
  • Software Open Source, jadi dapat dijalankan di operating sistem Linux
  • Tidak berat saat melakukan render
  • Dan mudah untuk digunakan

Kelemahan dari Blender 3D
  • Tool yang dimiliki tidak lengkap seperti 3D Max
  • Tampilan cukup berantakan
  • Semua proses dilakukan dengan manual

Tools tools pada aplikasi Blender

1.      Panel utama pada Blender


View Menu, Menu pada Blender beraneka ragam tergantung dari editor typenya, dalam editor type terdepat beberapa pilihan diantaranya : 3D view, Timeline, Graph editor, Dope sheet, UV/Image editor, Movie clip editor, Info, dll
a. File yang merupakan menu utama untuk melakukan new, open, save, close, setting dan yang lainnya sebagai mana pada program 3D lain
b. Add digunakan untuk menambahkan objek-objek, seperti kamera, lighting dan objek 3D
c. Timeline digunakan untuk mengatur animasi pada blender
d. Game berguna untuk memulai scripting program game
e. Render berfungsi untuk melihat hasil rendering dan settingnya.


2.      View Port

Viewport merupakan lembar kerja untuk membuat suatu objek 3D. Pada viewport terdapat 3 objek, yaitu Cube, Ligthing dan Camera. Secara default, View Port memiliki axis X dan Y. dan didalam view port ini kita bisa melihat project dalam berbagai macam sudut dan dapat mengatur letak dan kamera serta sebagainya. Fitur-Fiturnya seperti:
a. Modeling, untuk membuat objek 3D
b. UV Mapping, Memindahkan objek berdasarkan vertexnya
c. Texturing, Memberikan texture pada objek
d. Rigging, untuk membuatan tulang/bone pada objek
e. Skinning, pemberian skin pada objek/model
f. Annimation, pembuatan animasi/ gerakan pada objek dengan mengunakan timeline
g. Particle, pembuatan particle pada objek/model


3.      Tool Button

a. Translate Manipulator Mode, Mempunyai simbol segitiga merah, Pengunaanya bisa dengan menekan Ctrl Alt G, Kegunaannya adalah untuk mengambil objek.
b. Rotate Manipulator Mode, Mempunyai simbol lingkaran hijau, Pengunaan bisa dengan menekan Ctrl Alt R, Kegunaannya untuk merotasi objek.
c. Scale Manipulator Mode, Mempunyai simbol persegi biru, Pengunaan bisa dengan menekan Ctrl Alt S, Kegunaannya untuk memperbesar atau memperkecil objek
d. Transform Orientation, digunakan untuk merubah orientasi saat mentransformasi
e. Rotating / Scalling Pivot, Mempunyai simbol titik hitam beserta tanda panah, Pivot adalah titik pusat dari suatu objek, secara default pada blender kita menggunakan Median Point


Contoh hasil dari Blender 3D

·         Pembuatan Desain Rumah



·         Animasi kartun manusia 3D





Senin, 18 Maret 2019

Implementasi Data Mining

Implementasi Data Mining

Apasih Data Mining itu?

Data mining atau penggalian data merupakan proses yang memperkerjakan satu atau lebih teknik (pola) pembelajaran komputer untuk mengekstraksi serta  menganalisis suatu pengetahuan dengan cara otomatis. Definisi lain ialah pembelajaran berbasis induksi (induction-based learning) merupakan proses pembentukan definisi konsep umum yang dilakukan dengan cara mengobservasi contoh spesifik dari konsep-konsep yang akan dipelajari. Knoeledge Discovery in Database (KDD) merupakan sebuah penerapan metode saintifik pada data mining. Dalam konteks ini data mining adalah satu langkah dari proses KDD.

Bagaimana proses yang dilakukan oleh data mining ?

menurut larose ada beberapa proses yang dilakukan oleh data mining yaitu

  1. deskripsi ( mengidentifikasi pola yang tersembunyi secara tersembunyi dan mengubah pola menjadi aturan yang dapat dimengerti oleh para ahli)
  2. prediksi ( mengklasifikasi berdasarkan perilaku yang akan diperkirakan yang akan mendatang)
  3. estimasi ( seperti prediksi kecuali untuk variabel estimasi lebih kearah numerik )
  4. klasifikasi ( proses sebuah menemukan model fungsi dan mendeskripsikan data ke kelas-kelas)
  5. clustering (pengelompokan data tanpa berdasarkan kelas tertentu kepada objek tersebut)
  6. asosiasi ( menemukan atribut yang muncul dalam waktu ). 

bagaimana penerapan dari data mining ?

sebagai contoh , Implementasi Data Mining Untuk Klasifikasi Penjurusan Sekolah Menegah Atas Pada SMA 1 KAJEN Menggunakan  Algoritma Naive Bayes Classifier


Penjurusan siswa adalah suatu proses pengambilan keputusan dalam memilih bidang keahlian studi berdasarkan kemampuan potensi diri dan peluang yang ada. Secara formal pemilihan jurusan merupakan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah melalui kurikulum yang berlaku, yaitu kurikulum 2013. Penjurusan dilakukan dikelas X, dampaknya adalah pihak sekolah khususnya guru bimbingan karir belum mengetahui bakat dan karakter siswa dalam program studi tertentu. Sehingga dikhawatirkan siswa akan mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran yang menyebabkan rendahnya prestasi belajar siswa. Dalam menentukan penjurusan jika dilakukan dengan cara manual maka akan menyita banyak waktu dan memerlukan ketelitian ekstra karena data yang cukup banyak sehingga memungkinkan terjadi kesalahan dalam melakukan proses penjurusan. Oleh karena itu diperlukan teknik Data Mining dengan menggunakan metode klasifikasi algoritma Naive Bayes untuk mengklasifikasi penjurusan siswa di SMA 1 Kajen. Algoritma Naive Bayes merupakan metode machine learning yang menggunakan perhitungan probabilitas yang digunakan untuk menghitung peluang dan dapat memprediksi peluang dimasa depan berdasarkan pengetahuan dimasa sebelumnya. Dengan menerapkan algoritma ini diharapkan dapat membantu untuk mengklasifikasi penjurusan siswa secara tepat dan akurat. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa klasifikasi data siswa baru SMA 1 Kajen tahun ajaran 2015/2016 dapat diselesaikan dengan menggunakan teknik data mining, yaitu dengan metode algoritma Naive Bayes. Akurasi yang dihasilkan dari metode algoritma Naive Bayes adalah sebesar 86,1842 % dengan error rate sebesar 13.8158 %.
 




http://eprints.dinus.ac.id/18272/
https://nkriku.com/pengertian-data-mining-apa-itu-data-mining/
https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-data-mining-dan-konsep-juga-tahapan-proses/

Sabtu, 19 Januari 2019

Sistem Informasi Parkir Kendaraan Bermotor Berbasis Android

 



JURUSAN SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018


BAB I

                                              Pendahuluan
          Perkembangan teknologi informasi saat ini sudah semakin pesat seiring kemajuan zaman. Perkembangan teknologi informasi meliputi perangkat keras dan perangkat lunak. Perkembangan perangkat lunak ditandai dengan maraknya pemanfaatan teknologi informasi di berbagai perangkat keras. Salah satu yang menarik adalah penerapan pada perangkat smartphone karena perangkat ini harganya semakin terjangkau, ringan, praktis dan mudah dibawa. Teknologi smartphone saat ini tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi, tetapi juga untuk melakukan akses informasi melalui internet, selain itu juga dapat dikembangkan beberapa aplikasi yang dapat dijalankan melalui perangkat smartphone.Salah satu perkembangan teknologi Smartphone saat ini adalah smartphone yang dibekali dengan sistem  dan saat ini perkembangan Sistem operasi Android itu sendiri sangat pesat. Dikarenakan teknologi yang dikembangkan berbasis open source sehingga memungkinkan untuk dikembangkan secara bebas dan mendapat dukungan dari berbagai macam teknologi.Seiring dengan perkembangan teknologi informasi juga aktivitas perusahaan juga turut meningkat sesuai dengan kompleksitas pekerjaan yang ada, keberadaan teknologi smartphone dan android yang dapat di guna-kan sebagai pengolah data, ternyata cukup menarik bagi beberapa perusahaan untuk memanfaatkannya salah satunya dalam masalah perparkiran. Di Universitas Merdeka Madiun, belum ada terdapat sebuah mekanisme manajemen perparkiran yang dilakukan. Sehingga keluar masuknya kendaraan roda dua atau empat baik dosen ataupun mahasiswa tidak tercatat dan terkontrol sehingga sangat memungkinkan terjadinya tindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor. Penggunakan metode karcis parkir pun dinilai sangat tidak efisien karena menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan biaya. Oleh karena itu perlu dikembangkan sebuah konsep apl-ikasi yang dapat membantu mekanisme perparkiran yang efisien khususnya dengan memanfaatkan teknologi smartphone berbasis android  dimana saat ini seluruh petugas jaga di Universitas Merdeka Madiun telah memanfaatkannya.Bentuk konsep manajemen perparkiran dengan memanfaatkan teknologi smartphone dan android pada penelitian ini adalah pem-buatan sistem informasi parkir kendaraan bermotor. Sistem informasi ini terdiri dari dua sistem utama. Sistem informasi parkir berbasis web dan sistem informasi berbasis mobile. Sis-tem informasi berbasis web tidak dibahas se-cara detail pada penelitian ini. Sistem informasi berbasis web diletakkan di sisi kantor yang di-gunakan untuk mengelola data mahasiswa sedang sistem informasi mobile diletakkan pada sisi petugas yang melakukan scan pada kend-araan bermotor. Proses pemindahan data ken-daraan dari sistem berbasis desktop ke sistem berbasis mobile dilakukan dengan cara online dengan menggunakan koneksi internet atau wifi. Petugas melakukan pendataan kendaraan yang parkir dengan cara melakukan input data kendaraan menggunakan aplikasi mobile. Sistem mengirim data secara online dengan menggunakan koneksi internet ke server yang berada di kantor. Dengan cara online ini maka petugas bisa mengetahui berapa kendaraan yang sedang parkir, sehingga memudahkan petugas mengetahui berapa jumlah ken-daraan yang harus diawasi. Pada sisi admin kantor dapat diketahui kendaraan yang parkir pada periode harian atau bulanan sehingga dapat diketahui kebutuhan lahan pakrir dan perilaku parkir pada waktu tertentu. Dengan cara seperti ini maka akan meningkatkan keamanan kendaraan bermotor dan menghemat waktu dalam pendataan kendaraan dilakukan secara langsung tersimpan kedalam basis data.
Rumusan Masalah
1.     Bagaimana aplikasi parkir berbasis android itu?
2.     Bagamana cara kegunaan nya?
3.     Mengapa harus menggunakan itu?
4.     Apa perbedaan nya dengan parkir menggunakan karcis?
5.     Apa pengaruh dari penggunaan aplikasi itu?
6.     Apakah aplikasi itu lebih baik dari cara sebelum nya?
Tujuan
          Untuk mempermudah proses control terhadap kendaraan yang keluar masuk area
Parkir universitas merdeka madiun dan juga mencegah nya terjadi pencurian kendaraan.
Batasan Masalah
1.     Peneliti laporan menggunakan metode waterfall
2.     Perancang system menggunakan android studio



BAB II
                                 METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode waterfall, dimana pada metode ini terdapat langkah-langkah seperti yang terlihat pada gambar 1 berikut:
Tahap awal dari desain aplikasi adalah dengan menentukan entitas entitas yang terlibat di dalam manajemen perparkiran. Dan di dapatkan entitas yang terlibat adalah sebagai berikut :
1.  Petugas Keamanan, yang sekaligus berfungsi sebagai petugas parkir.
2.  Petugas Administrasi, yang bertugas me-lakukan input data pendaftaran member parkir.
3.  Mahasiswa, sebagai entitas pengguna lahan parkir
Setelah dapat didefinisikan entitas-entitas yang terlibat di dalam sistem kemudian di-rancang basis data yang akan digunakan pada aplikasi, untuk desain tabel dapat dilihat pada tabel-tabel berikut
 
Tabel 1 atau tabel Kendaraan digunakan untuk menyimpan data kendaraan yang rutin keluar masuk area parkir Universitas Merdeka Madiun.Sedangkan pada Tabel 2, digunakan untuk menyimpan data pemilik kendaraan yang rutin melakukan aktivtas parkir di lingkungan Universitas Merdeka Madiun, meliputi Dosen, Karyawan, dan Mahasiswa.
                  
Untuk data aktivtas parkir akan disimpan pada tabel 3, yaitu tabel Tparkir. Dimana pada tabel tersebut akan tersimpan data nomor parkir kendaraan, dimana nomor parkir akan didapatkan pada saat kendaraan masuk area parkir.

                  
Sedangkan untuk profil dan hak akses user akan disimpan pada tabel 4 yaitu tabel user.
                  
Code: Setelah tahap desain selesai dilaksanakan untuk selanjutnya adalah menterjemahkan desain tersebut kedalam bahasa pemrograman.
Testing: Selanjutnya dari hasil penyusunan code program kemudia dilakukan pengujian darprogram yang telah dikembangkan. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk menemukan kesalahan-kesalahan program yang mungkin terjadi.
      Maintenance: Setelah penyusunan program selesai dan dilakukan implementasi aplikasi, maka perlu dilakukan tahapan maintenance atau perawatan sistem. Dimana mungkin akan terjadi kesalahan-kesalahan implementasi lebih lanjut atau diperlukan penambahan-penambahan fitur aplikasi. Akan tetapi pada penelitian ini hanya dilakukan sampai pada tahap implementasi dan belum sampai pada tahap maintenance.



   BAB III
PEMBAHASAN


      Setelah tahap penyusunan code dan testing  selesai dilakukan maka tahap selan-jutnya adalah implementasi dari aplikasi yang dikembangkan. Pada saat aplikasi pertama kali dijalankan oleh petugas parkir melalui aplikasi yang terinstall pada perangkat smartphone berbasis android akan ditampilkan tampilan seperti yang terlihat pada gambar 2 berikut;

                  
     setelah itu selanjutnya user melalukan login kedalam aplikasi sesuai dengan username dan hak akses yang telah terdaftar di dalam server, seperti yang ditunjukkan pada gambar 3 
                            
Setelah user berhasil login, kemudian akan tampil halaman utama dari aplikasi,
seperti pada gambar 4 

Sistem Informasi Parkir Kendaraan Bermotor:
Pada halaman daftar pemilik kendaraan seperti yang ditunjukkan pada gambar 5, apabila user memilih salah satu nama pemilik akan muncul menu edit atau delete. Sedangkan pada tombol menu bagian bawah terdapat fasilitas refresh dan tambah kendaraan. Untuk melakukan input data parkir ketika ada kendaraan masuk kedalam area parkir, maka petugas parkir harus melakukan scan qr-code yang telah ditempel pada kendaraan seperti yag ditunjukkan pada gambar  

 















                 
Input scan dilakukan dengan melakukan scan pada qr-code  yang terpasang pada kendaraan seperti pada gambar 7. Pada saat scan pertama pada qr-code kendaraan maka akan muncul keterangan parkir masuk beserta keterangan identitas pemilik seperti pada gambar 8. Pada scan berikutnya akan mencul keterangan parkir keluar beserta informasi kendaraan seperti pada gambar 9

         

                  
                  
Dari hasil implementasi tersebut dapat ditunjukkan bahwa aplikas telah berhasil dikembangkan dan diimplementasikan pada kegiatan manajemen perparkiran di ling-kungan Universitas Merdeka Madiun.









 



 

 

DAMPAK POSITIF VIRUS CORONA TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA

Dengan mewabahnya virus corona membuat pemerintah sebagai pengelola keuangan negara tidak tinggal diam ketika perekonomian nasional t...