Review Jurnal
Judul
Jurnal : Analisis kualitas pelayanan angkutan Umum(Bus Kota) di Kota Yogyakarta
Masalah : Bagaimana kualitas pelayanan angkutan umum perkotaan (bus) di Kota
Yogyakarta
Penulis : Sigit Haryono
Tahun : 2010
Reviewer : 1.Ilham
wijaya
2. Indah
3.Nanda Nur
4.Risky Desviano
LATAR BELAKANG
Dalam
menunjang pembangunan bangsa, diperlukan sarana dan prasarana fisik yang kuat
dan sehat. Salah satu sarana yang sangat penting dan harus dipenuhi yaitu
sarana perhubungan atau transportasi.Dimana transportasi dapat memperlancar
laju pertumbuhan ekonomipada suatu wilayah sehingga pembangunan pada daerah
tersebut dapat terus berkembang. Salah satu aspek transportasi yang menyangkut kebutuhan
orang banyak yaitu angkutan umum. Pengembangan angkutanumum masal berbasis
jalan di wilayah perkotaan di Indonesia diarahkan untuk menciptakan pelayanan
yang handal dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat
pengguna jasa angkutan umum. Dan diharapkan dengan adanya angkutan
umum yang handal dan terjangkau ini dapat mengurangi penggunaan kendaraan
pribadi di Indonesia. Jika mengacu pada undang-undang lalu lintas dan angkutan
Jalan nomor 14 tahun 1992, kondisi angkutan umum massal berbasis jalan
diwilayah perkotaan di Indonesia pada saat ini belum tertata dengan
baik.Prioritas saat ini yaitu dibutuhkanlah angkutan umum yang murah sehingga
dapat dijangkau seluruh masyarakat. Namun kebutuhan tersebut seringkali disalah
artikan oleh pemilik angkutan umum, dimana harga yang murah namun kualitas
pelayanan diturunkan.
Sehingga
penulis jurnal melakukan penelitian guna menganalisis kualitas pelayanan
angkutan umum perkotaan khususnya bis di kota yogyakarta. Dari hasil penelitian
tersebut akan memberikan manf aatbagi pihak-pihak yang terkait dengan masalah
transportasi untukmembuat kebijakan yang berorientasi pada kepuasan pengguna
sarana transportasi. Dalam melakukan analisa penulis
menggunakan metode Serqual yang terdiri
dari lima dimensi yaitu kehandalan (reability),Daya tanggap, Jaminan,
Empati,dan Bukti fisik
TUJUAN PENILITIAN
Menganalisis kualitas pelayanan angkutan umum perkotaan khususnya bus di kota Yogyakarta
METODE PENILITIAN
Penelitian
ini merupakan penelitian survei yang bertipe deskriptif. Tipe penelitian
deskriptif karena pada penelitian ini akan menggambarkan kualitas pelayanan
angkutan umum perkotaan (bus) di kota Yogyakarta.Populasi penelitian ini adalah
para pelanggan angkutan umum khususnya bis selain transjogja di kota
yogyakarta. Ada pun alasan pembatasan inikarena kualitas pelayanan bis
transjogja sudah lebih maju dibandingangkutan umum bus lain. Ukuran sampel
ditentukan sebanyak 100 orang responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan
cluster sampling . Dalam melakukan analisa ini penulis menggunakan 5 indikator
pada pendekatan Servqual yang terdiri dari 5 dimensi atau indikator. Dari kelima
indikator tersebut nantinya akan ditentukan sub indikatornya
TEKNIK ANALISIS DATA
Teknik
analisa yang digunakan yaitu teknik analisa kesenjangan. Teknik ini dilakukan dengan mencari gap atau
kesenjangan antara pelayanan dengan harapan pelanggan angkutan umum (bis) mengenai
pelayanan yang diberikan. Kinerja yang lebih rendah dari harapan akan memunculkan
gap negatif. Semakin negatif sebuah gap akan semakin besar peluang ketidak puasan
yang diakibatkan oleh kualitas pelayanan.
HASIL ANALISA
Sebelum melakukan analisa mengenai tingkat kepuasa pelayanan, penulis
terlebih dahulu mengidentifikasi pelanggan
mulai dari jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pekerjaan. Dari
identifikasi tersebut peneliti mendapatkan data mengenai pelanggan sebagai
berikut :
- Karakteristik Responden Penelitian Jenis Kelamin
Berdasarkan jenis kelamin responden
penelitian ini adalah sebagai berikut:
- Tingkat Pendidikan
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data
karateristik responden menurut tingkat pendidikan sebagai berikut:
- Pekerjaan
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data
karateristik responden menurut tingkat pendidikan sebagai berikut :
Setelah mengetahui karakteristik rata – rata pelanggan
yang juga merupakan responden. Langkah
selanjutnya yaitu melakukan analisa kesenjangan. Pada tahap ini peneliti
menggunakan metodependekatan Srvqual dengan dimensi meliputi Kehandalan
(Reliability), Dayatanggap (Responsiveness), Jaminan (Assurance), Empati
(Empathy), dan Bukti Fisik (Tangible). Hasil penelitian terhadap 100 orang
responden dengan menggunakan variabel-variabel di atas diperoleh data sebagai
berikut:
1.
Kehandalan (Reliability)
Kehandalan adalah bagaimana kemampuan perusahaan untuk
memberikan jasa secara tepat dan akurat. Berkaitan dengan penelitian ini
kehandalan berarti kemampuan angkutan umum perkotaan khususnya bis kota dalam
memberikan jasanya secara akurat dan terpercaya. Sub-indikator yang digunakan untuk merepresentasikan
kehandalan adalah ketepatan waktu, keamanan, dan kenyamanan. Penelitian
terhadap 100 orang responden dengan skala 1 – 5 terhadap kehandalan objek
penelitian diperoleh data sebagai berikut:
Berdasarkan tabel
di atas diketahui bahwa rata-rata kinerja adalah 2,56 yang masuk pada
kategori rendah dan rata-rata harapan adalah 4,7 yang masuk pada kategori
sangat tinggi. Hal ini berarti harapan responden yang sangat tinggi tentang
kehandalan angkutan umum tidak diimbangi dengan kinerja yang tinggi. Dapat
disimpulkan bahwa para responden tidak puas dengan kehandalan yang
diberikan.
2.
Daya tanggap
(Responsiveness)
Dayatanggap adalah kemampuan perusahaan untuk memberikan
pelayanan dengan cepat dan tepat. Berkaitan dengan penelitian ini yang dimaksud
dengan dayatanggap adalah kemampuan perusahaan angkutan umum perkotaan
khususnya bis di Kota Yogyakarta untuk memberikan pelayanan yang cepat
(responsif) dan tepat. Item-item yang
digunakan yaitu: Ketersediaan pelayanan
angkutan, Kesiapan kru membantu penumpang, Kecepatan pelayanan kru. Hasil
penelitian terhadap 100 orang responden dengan skala 1 – 5 terhadap variabel
ini diperoleh data sebagai berikut:
Dari hasil analisa diatas diketahui bahwa rata-rata kinerja
adalah 3,19 yang masuk pada kategori rendah dan rata-rata harapan adalah 4,7
yang masuk pada kategori sangat tinggi. Hal ini berarti harapan responden yang
sangat tinggi tentang dayatanggap angkutan umum tidak diimbangi dengan kinerja
yang tinggi. Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa para
pelanggan belum puas pada indikator in.
3.
Jaminan (Assurance)
Jaminan adalah kemampuan perusahaan dalam memberikan
pelayanan berupa keramahan, kesopansantunan dan pengetahuan yang terpercaya
kepada pelanggan. Berkaitan dengan penelitian ini jaminan adalah pengetahuan, kesopansantunan,
dan kemampuan para kru angkutan umum perkotaan khususnya bis di Kota Yogyakarta
untuk menumbuhkan rasa percaya. Item-item yang digunakan yaitu keramahan kru,
kesopansantunan kru, dan pengetahuan kru tentang trayek yang dilalui. Hasil
penelitian terhadap 100 orang responden dengan skala 1 – 5 terhadap variabel
ini diperoleh data sebagai berikut:
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa rata-rata
kinerja adalah 2,40 yang masuk pada kategori rendah dan rata-rata harapan
adalah 4,45 yang masuk pada kategori sangat tinggi. Hal ini berarti harapan
responden yang sangat tinggi tentang jaminan angkutan umum tidak diimbangi
dengan kinerja yang tinggi. Maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan belum mampu
memberikan jaminan pelayanan sesuai harapan pelanggan.
4.
Empati (Empathy)
empati adalah kemampuan perusahaan angkutan umum
perkotaan khususnya bis di Kota Yogyakarta memberikan perhatian yang tulus dan
bersifat individual atau pribadi kepada para penumpang dengan berupaya
memahaminya. Item-item yang digunakan yaitu kepedulian kru, perlakuan yang sama
antar penunpang, dan kemudahan memperoleh layanan. Hasil penelitian terhadap
100 orang responden dengan skala 1 – 5 terhadap variabel ini diperoleh data
sebagai berikut:
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa rata-rata
kinerja adalah 3,67 yang masuk pada kategori tinggi dan rata-rata harapan
adalah 4,48 yang masuk pada kategori sangat tinggi. Hal ini berarti menunjukkan
bahwa nilai harapan pelanggan lebih tinggi daripada nilai kinerja sehingga
perusahaan dianggap hampir mampu memenuhin harapan pelanggan.
5.
Bukti Fisik (Tangible)
Bukti fisik adalah kemampuan perusahaan angkutan umum
perkotaan khususnya bis di Kota Yogyakarta untuk menunjukkan eksistensinya
kepada pihak eksternal berupa sarana dan prasarana fisik. Dengan sub-indikator
yaitu kebaruan armada, fasilitas tempat duduk, fasilitas ruang bis, penampilan
kru, kebersihan, dan kerapihan. Hasil penelitian terhadap 100 orang responden
dengan skala 1 – 5 terhadap variabel ini diperoleh data sebagai berikut:
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa rata-rata
kinerja adalah 2,16 yang masuk pada kategori rendah dan rata-rata harapan
adalah 4,4 yang masuk pada kategori sangat tinggi. Hal ini berarti harapan
responden yang sangat tinggi tentang bukti fisik angkutan umum tidak diimbangi
dengan kinerja yang tinggi. Dapat disimpulkan bahwa para responden tidak puas
dengan bukti fisik yang diberikan.
Dari analisa tingkat kepuasan dengan menggunakan kelima
indikator diatas, langkah selanjutnya yaitu memberikan hasil kesimpulan atau
tingkat kualitas pelayanan total. Kualitas pelayanan total dilihat dari
kemampuan angkutan umum perkotaan (bus kota) dalam hal kehandalan, dayatanggap,
jaminan, empati, dan bukti fisik. Hasil penelitian pada 100 orang responden
dengan skala 1 – 5 terhadap keseluruhan variabel dapat dilihat pada tabel
berikut:
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa
rata-rata kinerja adalah 2,79 yang masuk pada kategori sedang dan rata-rata
harapan adalah 4,55 yang masuk pada kategori sangat tinggi. Hal ini berarti
harapan responden yang sangat tinggi tentang bukti fisik angkutan umum tidak
diimbangi dengan kinerja yang sedang. Dapat disimpulkan bahwa para responden
tidak puas dengan kualitas pelayanan yang diberikan
KESIMPULAN
Faktor dominan yang mempengaruhi
kualitas pelayanan penyediaan transportasi umum yaitu masi berlakunya sistem
kejar setoran. Dimana sistem tersebut membuat perusahaan mengesampingkan
kenyamanan dan keamanan pengguna. Berdasarkan data dari tabel kualitas
pelayanan total dapat disimpulkan bahwa para responden atau pengguna tidak puas
dengan kualitas pelayanan yang diberikan.
Sehingga
dari permasalahan tersebut, perlu adanya solusi guna mengatasi permasalahan.
Solusi diberikan guna mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap angkuan
umum khususnya bis. Dan solusi yang dapat ditawarkan yaitu penerapan sistem
customer oriented bagi perusahaan transportasi angkutan umum khususnya bis.
Customer oriented ini merupakan sistem pengolahan pelayanan publik yang
berorientasi ke konsumen atau pengguna. Sehingga dari kelima indikator dalam
penilaian tingkat pelayanan dapat terpenuhi dengan mengembalikan kinerja
penyedia jasan sehingga mampu memenuhi harapan konsumen atau pengguna.
Dengan
kembalinya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap angkutan umum, diharapkan
hal tersebut dapat menekan penggunaan kendaraan pribadi yang semakin meningkat.
Dan dengan tertatanya sistem transportasi yang ada pada suatu kota, maka
mobilitas kegiatan juga semakin lancar dan pertumbuhan ekonomi dapat terus
dirasakan.